16.7.11

Refleksi dari sebuah camp

Beberapa minggu lalu, saya mengikuti acara camp gabungan antara komisi Remaja dan Pemuda di gereja saya, yang diadakan didaerah Bogor. Dalam camp kali ini, rupanya saya tidak hanya dilibatkan sebagai peserta saja, tapi lebih dari itu, saya dilibatkan untuk menjadi pendamping (mentor) bagi teman-teman peserta camp saat itu. Mendapatkan 'tugas' itu, tentu perasaan saya campur aduk, antara senang dan kaget ! kenapa ? Ya, karena ini kali pertama saya ditugaskan mendampingi teman-teman remaja. Tapi rupanya hal itu tidak menciutkan saya untuk menjadi pendamping bagi mereka selama 3 hari 2 malam disana. Mereka asyik dan menyenangkan !

Tapi, tugas saya gak berhenti mendampingi teman-teman remaja saja. Lebih dari itu, saya mendapatkan sesuatu yang bagi saya ini adalah pengalaman yang sangat-sangat baru dan menegangkan ! Kotbah ! Ya, saya berkotbah ! Oleh panitia, saya ditugaskan untuk memimpin ibadah pagi selama 2 hari berturut-turut ! Ini betul-betul pengalaman yang tidak mungkin dapat saya lupakan, karena ini pengalaman pertama kalinya dalam hidup saya, saya berkotbah dihadapan teman-teman remaja-pemuda. Wow... terkadang saya malah kaget sendiri kalau mengingat akan peristiwa itu. Apa yang saya pelajari selama mendampingi dan mengikuti camp ini ada banyak. Yaitu (1) komitmen, waah, kalau saja saya tidak betul-betul berkomitmen dalam mendampingi teman-teman remaja, yang akan terjadi adalah saya akan merusak seluruh rangkaian program camp ini ! Meskipun dalam camp ini ada banyak letih, duka, kaget dan sebagainya yang saya alami, namun itu semua tidak boleh dan tidak bisa menjatuhkan saya ! Justru dalam hal-hal itu saya menjumpai banyak pelajaran berharga yang saya tidak jumpai di bangku akademik saya. Jadi, ketika saya berkomitmen maka disitu saya memperoleh banyak hal ! So, if you have commitment, come on ! keep it burning in you !

(2)camp ini mengajarkan bagaimana kita dapat hidup dan survive di tengah masyarakat... tentu ini bukan hal mudah, sebagai manusia (homo socius) kita harus bisa hidup berdampingan dan bekerja sama dengan orang lain ! yaaah, meskipun sulit, namun bukan berarti bisa kita abaikan ! Tapi harus kita perjuangkan, sebab kalau kita tidak dapat hidup bersama dengan orang lain... waaah, saya jamin, kita tidak akan mampu berbuat banyak dan akhirnya kita bisa hancur.

Setidaknya 2 hal itu yang saya dapat dan menurut saya yang 'vital' dalam acara camp itu. Sebenarnya masih ada juga hal-hal kecil namun menarik untuk saya, tapi kelanjutannya akan saya tuliskan nanti, bukan dalam cerita seperti ini, tapi dalam format cerita ilustrasi lain.

So...selamat untuk teman-teman pemuda-remaja gereja gki pamulang. Proficiat ! dan sukses selalu dalam komitmennya pasca-camp kemarin, biarlah semangat camp itu boleh terus keep burning dalam hidup kita ! Selamat berproses dan selamat ber-ziarah dalam hidup kita masing-masing ! Sampai ketemu lagi kita dalam acara-acara camp selanjutnya.
»»  READMORE...

15.7.11

Hidup adalah Ekaristi

Hidup setiap manusia, tidak terlepas dari jatuh -bangun, persaingan, sukses, gagal, sedih,senang, marah, dan sebagainya.
Orang bilang hidup itu memang harus ada shock therapynya supaya kenikmatannya berasa. Ya, ga salah juga sih, memang benar kalau hidup itu harus ada 'naik-turunnya'. Hidup yang datar-datar aja, adalah hidup yang sama sekali tidak menarik, kata orang 'ga ada gregetnya'.

Manusia tampaknya akan lebih bahagia, senang, dan bangga ketika hidupnya berada di titik puncak kesuksesannya, ketika ia berada dibagian yang menurutnya membuat hidupnya nyaman, aman, dan bahagia. Susah bagi kita untuk menerima kenyataan apalagi mensyukurinya kalau kita sedang berada diposisi bawah, posisi yang sama sekali gak enak, posisi dimana sama sekali tidak membawa kenyamanan dan kebahagiaan. Ya, itulah dinamika hidup manusia. Filsafat hidup manusia mengatakan bahwa hidup itu seperti roda yang berputar, atau mungkin dengan sejuta metafora lainnya...

Mungkin kita gak sadar, bahwa sebenarnya itu semua adalah bagian dari proses kehidupan kita yang bertujuan untuk terus membarui diri kita, membarui tentunya untuk semakin positif. Kata seorang teman karib, hidup kita itu gak boleh stag pada satu titik saja, kita harus mau dan mampu berjalan mengikuti alurnya dengan semaksimal mungkin. Kita juga seharusnya mensyukuri seluruh bagian dari proses kehidupan kita. Mensyukuri bukan hanya stop pada sebatas berdoa syukur lalu berpangku tangan saja menerima ini-itu sepintas lalu. Mensyukuri itu menurut saya berarti kita bersyukur lalu berusaha mengembangkan apa yang kita terima untuk kita kembangkan menjadi semakin dan lebih baik.

Ngomong-ngomong mengenai bersyukur, yaa memang sih agak susah juga dilakukan pada saat yang gak enak. Bersykur lebih sering menjadi Lips Service dari orang-orang yang 'ada di posisi atas' kepada 'orang-orang diposisi bawah' (bukan berarti kaya atau miskin lhoo...). Ya meskipun susah, kita harus tetap belajar dan terus belajar bersyukur dimanapun posisi kita sekarang. Saya sendiri juga masih belajar untuk bersyukur dalam segala hal :)

Hidup kita itu anugerah terindah dari Tuhan. Saya seringkali takut dengan ungkapan ini, kalau dibilang anugerah, orang-orang pasti pada nangkepnya penuh dengan rezeki, berkat, dan kenyamanan. Wah, hidup itu bukan seperti jalan tol bung yang selalu lancar tanpa macet, selalu mulus jalannya, mempermudah jalan, dan sebagainya ! Kalo saya boleh jujur, hidup itu menurut saya seperti wahana Kora-kora di Dunia Fantasi Ancol, kok bisa ??  Ya..dalam wahana itu, memang agak ngeri sedikit, karena kita diayun begitu kencangnya dari atas-bawah, bawah-atas, meskipun kita diayun begitu kencangnya tapi kita tahu, bahwa itu mengasyikkan dan tetap aman. Karena  gak mungkin kita akan terlempar begitu rupa. Itulah hidup, meskipun kita diayun begitu rupa dengan cobaan-cobaan yang membuat kita kadang diatas, kadang pula dibawah namun kita tetap tahu, bahwa kita tetap aman, karena Tuhan ada mendampingi kita...Hidup itu asyik !

Banyak orang melakukan tindakan curang (a.k.a mengambil jalan pintas yang tidak tepat) demi mempertahankan top positionnya, demi mempertahankannya ia rela berbuat curang ini itu, misalnya dikalangan kita pelajar, dengan nyontek, dikalangan yang agak High Class mainannya korupsi ini-itu. Tau gak kalo sebenernya itu semua menunjukkan bahwa kita tidak menghargai hidup sebagai anugerah Tuhan lho.... kan udah dikatakan diatas, kalau hidup ini anugerah maka tidak usah khawatir, Tuhan pasti jaga deh !
Toh, kalau memang harus berada dibawah juga kita tidak akan mati kan? apa salahnya?? Mungkin kalau kita lagi dibawah itu sebuah pelajaran berharga bahwa kita harus belajar dan terus belajar memperbaiki diri terus semakin baik dan jangan stagnan diposisi nyaman kita apalagi berpangku tangan diam hanya menanti mujizat... :)

Hidup yang naik-turun namun disertai dengan usaha dan doa untuk terus bertekad maju, merupakan hidup yang indah dan patut disyukuri. Saya mungkin saat ini sedang berada diposisi yang kurang enak mungkin bisa saja posisi buruk, tapi saya berjanji dan bertekad dengan pertolongan Tuhan untuk terus berusaha memperbaikinya dan membuatnya menjadi lebih indah. Justru dalam naik turunnya hidup kita, kita dituntun untuk belajar dan terus belajar menjadi pribadi yang berkualitas, matang, dan dewasa dalam menjalani hidup ini.

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu...
karena itu memberikan kesempatan padamu untuk belajar

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit...
Karena di masa itulah kamu bertumbuh

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu...
Karena itu memberikan kesempatan padamu untuk berkembang

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan

Mungkin mudah bagi kita untuk bersyukur pada hal-hal yang baik. Namun apakah mungkin
kita dapat bersyukur pada masa surut? Ya ! kita bisa dan harus bisa !

Rasa Syukur dapat mengubah hal negatif menjadi positif, temukan cara bersyukur atas masalah-
masalahmu dan itu semua akan menjadi berkat bagimu dan bagi orang lain...
Dari tulisan diatas, kita belajar bahwa hidup itu tidak selamanya enak, namun hidup yang tidak selamanya enak itu harus kita syukuri, dan kita ambil untuk menjadi bahan baku kehidupan yang lebih baik. Hal yang baik dari posisi yang menurut kita tidak baik, kita jadikan anak tangga menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan yang kurang baik, kita bungkus lalu kita kubur dan lupakan. Hidup itu hanya sementara, hidup itu seperti bunga..yang sebentar saja mekar lalu kemudian mati jatuh ketanah.

Kawan, dari  notes ini kita belajar bahwa jatuh bangun dalam hidup kita pada akhirnya nanti ingin membuat hidup indah dan bermakna...

selamat menghayati dan menziarahi hidup ini kawan... Hidup kita adalah ekaristi, artinya, hidup adalah ungkapan syukur dan jalanilah hidup yang dipenuhi syukur ini, dengan syukur-syukurmu.
»»  READMORE...

Yang tak berharga, yang menyelamatkan

Saat perang dunia II, seorang anggota marinir Amerika Serikat terpisah dari rombongan kesatuannya, dan ia sendirian di hutan belantara. Kemudian ia melihat sebuah gua, dan ia masuk kedalamnya untuk bersembunyi dengan harapan ia tidak akan ditemukan oleh musuhnya. Sementara ia bersembunyi, ia berdoa memohon kepada Tuhan agar ia selamat hingga teman-temannya datang kembali untuk menyelamatkan ia.

Tiba-tiba seekor laba-laba jatuh, dan mulai menenun jaringnya di mulut gua. Walau ketakutan, tetapi dalam hati marinir itu, ia tertawa. Yang ia butuhkan adalah dinding batu untuk menyembunyikan dirinya, dan bukan seekor laba-laba yang menenun jala. Sementara laba-laba ini membuat jaring yang berlapis-lapis, terdengarlah derap tentara musuh yang mulai mendekat ke gua tempat ia bersembunyi itu. Kemudian tentara musuh itu memeriksa gua tersebut, sementara memperhatikan gua itu, mereka melihat jaring laba-laba yang tebal itu, lalu pemimpin mereka berkata "kita tidak perlu memeriksa disini, tidak mungkin ada yang dapat masuk tanpa merusak jaring laba-laba ini"

Kemudian tentara musuh-pun pergi meninggalkan gua tersebut, dan selamatlah nyawa marinir itu dari musuh yang siap membunuhnya.

Tuhan, dengan cara unik-Nya telah menyelamatkan nyawa marinir itu. Awalnya marinir ini tertawa melihat laba-laba itu, tetapi sekarang ia sadar, bahwa melalui jaring yang ia pikir tidak berguna-lah ternyata yang menyelamatkan nyawanya dari musuh. Bagi Tuhan, sebuah jaring laba-laba yang tidak berguna itu bisa lebih kuat daripada dinding batu untuk melindungi nyawa marinir itu.

Demikian juga dalam hidup kita, seringkali kita tidak sadar, bahwa justru pertolongan Tuhan hadir dalam wujud yang tidak kita duga....namun lewat yang kita tidak duga itu-lah justru malah yang dapat menolong kita...
»»  READMORE...